MENTOK MEMANAS! Tambang Ilegal Serbu Laut Tembelok–Kerangan, Aparat Diduga Tutup Mata
MENTOK MEMANAS! Tambang Ilegal Serbu Laut Tembelok–Kerangan, Aparat Diduga Tutup Mata
Tambang
Sabtu, 18 April 2026 | 00.08 WIB (dini hari)
Kecamatan Mentok kembali jadi sorotan panas. Dini hari tadi, kawasan laut Tembelok hingga Kerangan dilaporkan dipenuhi aktivitas tambang timah ilegal yang datang silih berganti. Puluhan ponton disebut-sebut merapat dan langsung beroperasi tanpa hambatan, seolah mendapat “lampu hijau” dari pihak-pihak tertentu.

Situasi ini memicu kemarahan warga. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan wilayah tangkap nelayan, bukan zona pertambangan. Namun ironisnya, aktivitas pengerukan pasir timah tetap berlangsung terang-terangan, bahkan di waktu rawan pengawasan.
“Ini bukan lagi sembunyi-sembunyi. Mereka kerja bebas, seperti tak tersentuh hukum,” ungkap salah satu nelayan setempat dengan nada kesal.
Secara aturan, kegiatan pertambangan tanpa izin jelas melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana. Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Tambang ilegal terus bermunculan dan beroperasi tanpa penindakan tegas.

Sorotan tajam kini mengarah ke aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Muncul dugaan adanya pembiaran sistematis, bahkan spekulasi keterlibatan oknum tertentu yang diduga “bermain” di balik maraknya aktivitas ilegal ini.
Masyarakat mempertanyakan, di mana peran aparat? Mengapa aktivitas yang jelas melanggar hukum ini seperti dibiarkan berlangsung tanpa hambatan?
Dampak yang ditimbulkan pun tidak kecil. Selain merugikan negara dari sisi pendapatan, aktivitas ini juga menghancurkan ekosistem laut serta mengganggu mata pencaharian nelayan tradisional. Air laut menjadi keruh, hasil tangkapan menurun drastis, dan konflik sosial perlahan mulai muncul.

Tim investigasi independen yang berada di lokasi menyebutkan bahwa aktivitas tambang ilegal di wilayah ini bukan hal baru, namun intensitasnya kini semakin menggila. Jika tidak segera ditindak, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin sulit dikendalikan.
Publik kini menanti langkah nyata. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Jika benar ada oknum yang terlibat, maka harus diusut tuntas tanpa pandang bulu.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas penegakan hukum di daerah. Apakah hukum masih berdiri tegak, atau justru tunduk pada kepentingan segelintir pihak?
Bersambung…


Komentar via Facebook