Akankah Darurat Sampah Ini Terus Berlanjut di Sepanjang Aliran Banda?
Akankah Darurat Sampah Ini Terus Berlanjut di Sepanjang Aliran Banda?
Padang Pariaman — Kondisi banda atau sungai kecil yang membentang dari wilayah VII Koto Sungai Sariak hingga ke kawasan persawahan Balah Aia kini semakin memprihatinkan. Aliran air yang dahulu menjadi sumber kehidupan masyarakat kini berubah menjadi tempat pembuangan berbagai jenis limbah dan sampah.
Limbah rumah makan, limbah ikan, limbah ayam potong, limbah rumah tangga, hingga pembuangan tinja diduga mengalir langsung ke banda. Ditambah lagi tumpukan sampah dan bangkai hewan seperti anjing maupun biawak yang dibuang sembarangan membuat kondisi banda semakin parah dari hari ke hari.

Ketika aliran air tersendat atau tidak mengalir, aroma busuk menyengat langsung menyelimuti kawasan sekitar. Warga yang tinggal di pinggir banda menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Bahkan sawah-sawah petani di sepanjang aliran banda, mulai dari VII Koto Sungai Sariak hingga ke wilayah Nagari Balah Aia Utara dan Nagari Balah Aia ikut terdampak akibat tercemarnya aliran air tersebut.
Yang kini menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat, akankah darurat sampah dan pencemaran ini terus berlanjut tanpa solusi nyata?

Masyarakat menilai kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sepele. Jika dibiarkan terus-menerus, banda yang dulunya menjadi sumber kehidupan akan berubah total menjadi sumber penyakit, pencemaran lingkungan, dan ancaman bagi pertanian masyarakat.
Warga juga mempertanyakan keseriusan dinas terkait dan pihak berwenang dalam menangani persoalan ini. Sebab hingga kini, kondisi di lapangan dinilai masih jauh dari perhatian dan penanganan yang maksimal.
“Apakah harus menunggu pencemaran semakin parah dan masyarakat terkena dampak lebih besar baru ada tindakan nyata?” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Masyarakat berharap adanya langkah cepat berupa pembersihan menyeluruh, penertiban pembuangan limbah, penyediaan sistem sanitasi yang layak, hingga pengawasan ketat terhadap pihak-pihak yang masih membuang sampah dan limbah ke aliran banda. Jika tidak, darurat sampah di sepanjang banda ini dikhawatirkan akan terus berlanjut tanpa ujung yang jelas.KPKnewsindo


Komentar via Facebook