BLT Cair, Titik Nol Dipasang! Saatnya Desa Tabah Renah Buktikan Dana Desa Bukan Sekadar Seremoni
BLT Cair, Titik Nol Dipasang! Saatnya Desa Tabah Renah Buktikan Dana Desa Bukan Sekadar Seremoni
TABAH RENAH, CURUP UTARA – Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan pemasangan titik nol pembangunan Tahun Anggaran 2026 di Desa Tabah Renah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Senin (22/6/2026), menjadi momentum penting bagi pemerintah desa untuk membuktikan bahwa dana rakyat benar-benar kembali kepada rakyat.
Kegiatan yang dihadiri Kepala Desa Tabah Renah Yus Hendri, PLT Camat Curup Utara Tifen Resein, S.STP., M.AP., Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua BPD, pendamping desa, konsultan, serta unsur pemerintah kecamatan tersebut berlangsung dengan penuh harapan sekaligus sorotan publik.
Sebanyak 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT Dana Desa sebesar Rp1.800.000 per keluarga, yang merupakan akumulasi bantuan Rp300.000 per bulan untuk periode Januari hingga Juni 2026.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Yus Hendri menegaskan bahwa penyaluran BLT dan pelaksanaan pembangunan fisik melalui pemasangan titik nol merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan infrastruktur desa.
Namun di balik seremoni penyaluran bantuan dan pemasangan titik nol, masyarakat menunggu lebih dari sekadar pidato dan dokumentasi kegiatan. Warga ingin melihat hasil nyata dari penggunaan Dana Desa yang nilainya tidak sedikit.
"Jangan sampai titik nol hanya menjadi simbol awal proyek, tetapi tidak diikuti kualitas pekerjaan yang maksimal. Transparansi dan pengawasan harus menjadi prioritas agar setiap rupiah Dana Desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar sejumlah warga yang berharap pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
PLT Camat Curup Utara, Tifen Resein, S.STP., M.AP., juga mengingatkan para penerima manfaat agar menggunakan bantuan untuk kebutuhan pokok keluarga dan tidak membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak produktif.
Pengamat pembangunan desa menilai bahwa keberhasilan sebuah desa tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari seberapa besar dampak pembangunan terhadap kesejahteraan masyarakat. Jalan yang baik, fasilitas umum yang memadai, serta peningkatan ekonomi warga adalah ukuran sesungguhnya.
Kini perhatian masyarakat tertuju pada Desa Tabah Renah. Setelah BLT dibagikan dan titik nol dipasang, publik menanti langkah nyata pemerintah desa dalam merealisasikan pembangunan yang berkualitas, transparan, dan bebas dari penyimpangan.
Dana Desa adalah amanah rakyat. Jika dikelola dengan baik, ia menjadi jalan menuju kemajuan. Namun jika hanya berhenti pada seremoni dan laporan administrasi, maka masyarakatlah yang akan menjadi pihak paling dirugikan.
Wartawan: Yuniar Wajo
Media Pers KPK Tipikor News Indonesia
"Terpercaya dan Aktual"


Komentar via Facebook