DARI LUMPUR SAWAH KE KARPET MERAH ISTANA! Ruslan H. Ismail Siap Ukir Sejarah Baru Indonesia
DARI LUMPUR SAWAH KE KARPET MERAH ISTANA! Ruslan H. Ismail Siap Ukir Sejarah Baru Indonesia
PILPRES 2029
Kabupaten Bogor, 27 April 2026 — Dinamika politik nasional mulai memanas meski Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih terhitung tiga tahun lagi. Sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan, menghadirkan warna baru dalam bursa calon pemimpin negeri. Salah satu sosok yang kini mencuri perhatian publik adalah Ruslan H. Ismail—figur pengusaha yang lahir dari keluarga sederhana di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Dengan latar belakang sebagai anak petani, Ruslan tampil membawa narasi berbeda: politik berbasis akar rumput dan kebangkitan sektor pertanian. Ia tidak datang dari lingkaran elit politik lama, melainkan dari realitas kehidupan rakyat kecil yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Saya Ruslan Haji Ismail hanya punya keinginan dan cita-cita. Semua itu kita kembalikan kepada Allah SWT. Tidak ada salahnya sebagai warga negara untuk berpacu dalam berpolitik,” tegasnya.
Ruslan bukan nama baru di dunia perjuangan sosial dan ekonomi. Ia pernah maju sebagai calon Bupati Bima melalui jalur independen—langkah berani yang menunjukkan komitmennya terhadap demokrasi tanpa ketergantungan pada kekuatan partai besar.
Kini, langkahnya jauh lebih besar. Ia siap meramaikan panggung nasional dengan visi besar: mengangkat derajat petani sebagai fondasi utama kemakmuran bangsa.
“Anak yang lahir dari anak petani, maka kita harus memajukan dunia petani. Negara akan makmur jika petani sukses,” ujarnya lugas.
Di balik langkah politiknya, Ruslan juga dikenal sebagai pengusaha dengan jaringan perusahaan yang cukup luas, di antaranya:
PT Maharani Sinar Persada
PT Maharani Persada Perkasa
PT Maharani Persada Nusantara
PT Maharani Mutiara Ailend
Melalui lini bisnisnya, Ruslan mendorong kemandirian ekonomi berbasis sektor riil, khususnya pertanian.
Salah satu gebrakan Ruslan adalah menghadirkan pupuk organik “R3”—sebuah inovasi yang ia klaim telah terhubung dengan berbagai gabungan kelompok tani (Gapoktan) di seluruh Indonesia.
Produk ini bukan sekadar solusi pertanian, melainkan bagian dari visi besar: menciptakan petani yang sukses secara ekonomi sekaligus kuat secara spiritual.
“Pupuk R3 ini sudah bergabung dengan gapoktan seluruh Indonesia. Ini bagian dari upaya menjadikan petani sukses dan beraqidah,” jelasnya.
Menurut Ruslan, kesejahteraan petani bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga membentuk karakter bangsa yang berakhlak.
Ruslan juga menyoroti fenomena migrasi tenaga kerja ke luar negeri yang menurutnya bisa ditekan jika sektor pertanian diperkuat.
“Anak muda tidak perlu lagi keluar negeri mencari kerja. Mereka bisa menciptakan uang di kampung sendiri dan bangga menjadi petani,” tegasnya.
Ia mendorong lahirnya generasi muda petani modern yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki identitas dan kebanggaan terhadap profesinya.
Dalam konsep kepemimpinannya, Ruslan menempatkan ulama sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa. Ia meyakini bahwa kekuatan moral dan spiritual harus berjalan seiring dengan kebijakan politik.
“Kita harus berjalan dengan ulama. Pemimpin dan ulama harus beriringan, saling sinergi dalam pembangunan,” katanya.
Baginya, keberhasilan sebuah negara tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral masyarakatnya.
Kemunculan Ruslan H. Ismail menjadi sinyal bahwa kontestasi Pilpres 2029 tidak hanya akan diisi oleh nama-nama lama. Sosok “kuda hitam” dari timur Indonesia ini hadir membawa gagasan alternatif—tentang kedaulatan pangan, kemandirian desa, dan politik yang berpihak pada rakyat kecil.
Apakah langkah Ruslan akan menjadi gelombang besar atau sekadar riak di awal? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti: peta politik nasional mulai bergeser, dan suara dari akar rumput kini tak lagi bisa diabaikan.(*)


Komentar via Facebook