GERAK CEPAT TANPA HENTI! PLAN INDONESIA TURUN GUNUNG, PADANG PARIAMAN & AGAM BANGKIT DARI LUKA GALODO

GERAK CEPAT TANPA HENTI! PLAN INDONESIA TURUN GUNUNG, PADANG PARIAMAN & AGAM BANGKIT DARI LUKA GALODO

GERAK CEPAT TANPA HENTI! PLAN INDONESIA TURUN GUNUNG, PADANG PARIAMAN & AGAM BANGKIT DARI LUKA GALODO

 

 Dalam suasana pemulihan pasca bencana galodo yang mengguncang wilayah ini pada akhir 2025 lalu, langkah sigap dan nyata ditunjukkan oleh (YPII). Organisasi kemanusiaan ini bergerak cepat menyasar berbagai sektor vital di dan demi mempercepat kebangkitan masyarakat terdampak.

Sosok muda penuh dedikasi, yang akrab disapa Mas Koko, mengungkapkan langsung dari lapangan bahwa sejak Desember 2025, timnya tak pernah berhenti bekerja.

“Alhamdulillah, kami terus hadir di tengah masyarakat. Kami tidak hanya datang membawa bantuan, tapi juga mendengar langsung kebutuhan para penyintas,” ujarnya.

Berbagai kebutuhan mendesak langsung direspons cepat. Mulai dari pembangunan pipanisasi air bersih, pengadaan tendon penampungan air, sumur bor, hingga bak air—semuanya digarap demi memastikan masyarakat kembali memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.

“Semua ini tidak lepas dari dukungan para donor serta data yang diberikan pemerintah daerah. Setiap kegiatan kami laporkan secara transparan kepada para pendukung,” tambahnya.

Sorotan lain datang pada kunjungan penting Direktur Eksekutif yang turun langsung ke lapangan pada Jumat, 24 April 2026. Ia mengunjungi dan di Padang Pariaman, sekaligus memimpin distribusi bantuan non-food item bagi siswa dan tenaga pendidik yang terdampak.

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh yang mewakili Bupati Padang Pariaman. Dalam keterangannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi PLAN.

“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran PLAN mempercepat pemulihan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Tak hanya itu, tokoh masyarakat juga memberikan kesaksian langsung atas dampak bantuan yang dirasakan masyarakat.

“PLAN sudah sangat membantu, mulai dari pakaian baru, peralatan dapur, perlengkapan pertukangan ringan, hingga alat kebersihan untuk anak-anak. Ini sangat berarti bagi warga,” ungkapnya.

Meski demikian, skala bencana galodo yang terjadi pada Desember 2025 di Sumatera Barat tergolong besar dan meninggalkan dampak luas. Upaya pemulihan masih membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Kini, di tengah puing dan luka yang perlahan sembuh, harapan kembali tumbuh. Kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk bangkit—mewujudkan kembali kehidupan yang layak, aman, dan bermartabat bagi seluruh penyintas.

Sumatera Barat bangkit. Dan perjuangan itu masih terus berlanjut.