Krisis Ekologis di Kalimantan Barat: Karhutla Berkepanjangan Lumpuhkan Aktivitas Sungai dan Ancam Ekosistem
Krisis Ekologis di Kalimantan Barat: Karhutla Berkepanjangan Lumpuhkan Aktivitas Sungai dan Ancam Ekosistem
Kubu Raya, 11 September 2026
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Barat dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya memicu darurat kabut asap pekat, tetapi juga menimbulkan krisis ekologis yang serius.
Dampaknya kini dirasakan langsung pada ekosistem perairan pedalaman, di mana sejumlah alur sungai mengalami pendangkalan ekstrem hingga melumpuhkan aktivitas transportasi air warga.
Kondisi tersebut salah satunya terekam jelas di wilayah pesisir dan pedalaman Kabupaten Kubu Raya, tepatnya di kawasan Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Berdasarkan pantauan di lapangan, kombinasi antara musim kemarau panjang dan kebakaran lahan gambut yang masif telah menyebabkan debit air sungai menyusut drastis. Alur sungai yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian harian masyarakat kini berubah menjadi kubangan berlumpur dangkal.
Sejumlah warga setempat mengeluhkan terganggunya aktivitas pelayaran perahu pompong dan sampan motor yang biasa digunakan untuk distribusi hasil bumi serta mobilitas anak sekolah.
Pendangkalan ini membuat baling-baling kapal kerap tersangkut lumpur, memaksa sebagian warga mencari jalur alternatif darat yang kondisinya juga kerap diselimuti jarak pandang terbatas akibat kabut asap sisa pembakaran lahan.
Para ahli lingkungan menilai, fenomena mengeringnya alur sungai di sekitar lahan gambut terbakar merupakan indikasi rusaknya fungsi hidrologis gambut. Ketika lahan gambut mengalami kebakaran berulang dan kehilangan tutupan vegetasi, kemampuan tanah untuk menyimpan cadangan air drastis menurun. Akibatnya, saat musim kemarau tiba, permukaan air tanah merosot tajam, memicu kekeringan parah pada parit-parit dan sungai kecil di sekitar permukiman.
Situasi darurat ini menuntut langkah mitigasi yang jauh lebih agresif dari pemangku kepentingan terkait. Selain fokus pada operasi pemadaman titik api di darat dan pembasahan lahan gambut, pemerintah daerah bersama instansi berwenang didesak untuk mulai memetakan dampak jangka panjang kerusakan ekologis perairan pedalaman, guna mengamankan sumber daya air bersih serta jalur logistik masyarakat yang terisolasi akibat krisis ini.
Berjibaku Padamkan Karhutla di Kubu Raya
Liputan investigatif di atas memberikan gambaran langsung mengenai betapa masifnya tantangan di lapangan dalam menjinakkan titik api dan mengatasi dampak ikutan karhutla di wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Sumber Berita: Warga Pulau Limbung
Editor/Penyunting Berita:
Abah M.Asruf Aziz.SE/KPK NEWS INDO


Komentar via Facebook