Menuju 27 Juni 2026, 74 Nagari di Padang Pariaman Bersiap Pilih Wali Nagari Baru
Menuju 27 Juni 2026, 74 Nagari di Padang Pariaman Bersiap Pilih Wali Nagari Baru
JKA-RAHMAT
T
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mulai mematangkan persiapan untuk pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026. Sebanyak 74 nagari yang tersebar di 16 kecamatan akan mengikuti pesta demokrasi tingkat nagari tersebut secara bersamaan.
Langkah awal persiapan ditandai dengan kegiatan sosialisasi yang melibatkan para camat dan Ketua Badan Musyawarah (Bamus) nagari. Sosialisasi ini bertujuan memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Pilwana berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah pemilih yang diperkirakan akan berpartisipasi dalam Pilwana Serentak 2026 mencapai sekitar 210.142 orang. Untuk menampung partisipasi masyarakat tersebut, telah direncanakan penyediaan sekitar 593 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh nagari yang masa jabatan wali nagarinya telah berakhir.
Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemerintah daerah memaparkan secara rinci regulasi serta jadwal teknis pelaksanaan Pilwana agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan di tingkat nagari.
Salah satu tahapan penting dalam proses ini adalah pembentukan panitia Pilwana yang menjadi tanggung jawab penuh Badan Musyawarah Nagari di masing-masing nagari. Bamus diharapkan segera membentuk kepanitiaan secara selektif agar seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan lancar dari awal hingga akhir.
Selain kesiapan penyelenggara, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif selama proses demokrasi berlangsung. Dukungan semua elemen masyarakat dinilai sangat penting agar tidak terjadi konflik kepentingan di tengah masyarakat.
Melalui persiapan yang matang serta sosialisasi yang intensif, diharapkan Pilwana Serentak 2026 di Kabupaten Padang Pariaman dapat berjalan tertib, transparan, dan demokratis. Dengan demikian, nagari-nagari yang mengikuti pemilihan dapat melahirkan pemimpin yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi masyarakat.


Komentar via Facebook