“Honor ‘Siluman’ di Balah Aia: Yang Tak Terdaftar Dibayar, yang Berhak Malah Gigit Jari”
“Honor ‘Siluman’ di Balah Aia: Yang Tak Terdaftar Dibayar, yang Berhak Malah Gigit Jari”
LOGIKA TERBALIK
Apa yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan honor wartawan pada acara pacuan kuda di Balah Aia? Pertanyaan ini layak diajukan keras-keras, karena logika yang muncul justru terasa jungkir balik.
Bagaimana mungkin nama yang tercatat sebagai penerima justru tidak menerima apa-apa, sementara pihak yang tidak tercantum malah disebut sudah mengambil honor tersebut? Ini bukan sekadar kelalaian administratif biasa—ini persoalan akal sehat.

Jika benar demikian, maka ada dua kemungkinan yang sama-sama serius: sistem yang kacau atau pengelolaan yang bermasalah.
Dalam tata kelola yang sehat, setiap rupiah anggaran harus jelas alurnya: siapa yang berhak, siapa yang menerima, dan siapa yang bertanggung jawab. Namun yang terjadi di Balah Aia justru sebaliknya—kabur, membingungkan, dan memunculkan kecurigaan.

Lebih ironis lagi, kejadian ini disebut melibatkan oknum dalam lingkup instansi yang seharusnya menjunjung tinggi profesionalisme. Publik tentu berhak bertanya: bagaimana mungkin mekanisme dasar seperti verifikasi penerima bisa “jebol” sedemikian rupa?
Apakah cukup hanya disebut sebagai miskomunikasi? Atau ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi?
Kondisi ini bukan hanya mencoreng kredibilitas pelaksana kegiatan, tetapi juga mencederai kepercayaan wartawan sebagai mitra dalam publikasi kegiatan daerah. Jika hak mereka saja bisa “berpindah tangan”, bagaimana dengan anggaran lainnya?
Redaksi menilai, persoalan ini tidak boleh berhenti pada klarifikasi normatif. Harus ada keberanian untuk membuka data, menelusuri alur dana, dan memastikan siapa yang sebenarnya menerima honor tersebut.
Jika tidak, maka praktik-praktik seperti ini akan terus berulang—dan “logika terbalik” akan dianggap hal biasa.
Padahal, dalam pengelolaan anggaran publik, yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, tetapi kejujuran dan tanggung jawab.


Komentar via Facebook