“LAUT TEMBELOK MEMBARA!” Tambang Timah Ilegal Diduga Kian Berani, Himbauan Jadi Angin Lalu

“LAUT TEMBELOK MEMBARA!” Tambang Timah Ilegal Diduga Kian Berani, Himbauan Jadi Angin Lalu

Tambang Ilegal

“LAUT TEMBELOK MEMBARA!” Tambang Timah Ilegal Diduga Kian Berani, Himbauan Jadi Angin Lalu

 

MENTOK — Aktivitas tambang timah ilegal jenis selam PIP dan “user” di perairan Tembelok dan Kerangan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kembali menyita perhatian publik, Kamis (23/4/2026).

Di tengah sorotan masyarakat, aktivitas tersebut disebut-sebut masih berlangsung, meski berbagai himbauan telah disampaikan oleh aparat dan pemerintah daerah. Namun, hingga kini, belum terlihat adanya langkah penindakan tegas yang benar-benar menghentikan kegiatan di lapangan.

Sejumlah sumber di lokasi menyebutkan, himbauan yang ada justru dianggap tidak cukup kuat untuk memberikan efek jera. Para penambang diduga tetap beroperasi seperti biasa, seolah tidak terpengaruh oleh aturan yang berlaku.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat:
di mana efektivitas pengawasan, dan sejauh mana keseriusan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal tersebut?

Kondisi ini juga memperlihatkan tantangan serius dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah. Jika tidak ditangani secara komprehensif, dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan laut, konflik sosial, hingga potensi kerugian negara.

Beberapa pihak mendorong agar penanganan tidak hanya bergantung pada aparat di tingkat daerah atau provinsi, tetapi juga membutuhkan perhatian lebih luas dari pemerintah pusat. Nama Prabowo Subianto pun mulai disebut dalam harapan publik agar ada langkah strategis dan terukur dalam menyikapi persoalan ini.

Sementara itu, tim investigasi lapangan dari kalangan jurnalis terus memantau perkembangan di lokasi. Mereka menegaskan bahwa kondisi di lapangan perlu ditangani dengan pendekatan hukum yang jelas, transparan, dan berkeadilan.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di kawasan tersebut masih menjadi sorotan, dan masyarakat menunggu—apakah akan ada tindakan nyata, atau persoalan ini kembali tenggelam di balik gelombang laut Tembelok?