PILWANA BUKAN AJANG PERANG, TAPI PESTA DEMOKRASI NAGARI!”
PILWANA BUKAN AJANG PERANG, TAPI PESTA DEMOKRASI NAGARI!”
Padang Pariaman
Perbedaan pilihan dalam Pilwana adalah hal biasa. Jangan karena beda dukungan, hubungan persaudaraan jadi rusak. Jangan karena beda calon, tali silaturahmi masyarakat nagari menjadi renggang. Sebab Pilwana tidak sama dengan Pilkada yang penuh hiruk-pikuk politik besar. Pilwana sejatinya adalah pesta rakyat di kampung sendiri, di tengah keluarga sendiri, di tengah dunsanak sendiri.
Hari ini masyarakat harus lebih dewasa dalam berdemokrasi. Tidak perlu saling menghina, menjatuhkan, apalagi menyebar fitnah demi memenangkan calon tertentu. Karena siapa pun yang terpilih nanti tetap akan menjadi pemimpin untuk seluruh masyarakat nagari, bukan hanya kelompok pendukungnya saja.
Kita semua tentu ingin melihat nagari maju, aman, dan sejuk. Maka jangan biarkan Pilwana berubah menjadi sumber perpecahan yang meninggalkan luka panjang di tengah masyarakat. Politik boleh berbeda, tetapi persaudaraan jangan sampai hancur.
Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar, unggahan media sosial yang memanaskan suasana, maupun narasi yang sengaja memecah belah warga. Sebab kemenangan sejati bukan hanya soal siapa yang menang di kotak suara, tetapi bagaimana masyarakat tetap bersatu setelah pesta demokrasi selesai.
Pilwana harus menjadi contoh demokrasi yang santun, damai, dan penuh kesejukan. Tunjukkan bahwa masyarakat nagari memiliki adat, akhlak, dan budaya musyawarah yang tinggi. Jangan sampai hanya karena beda pilihan, orang tidak lagi saling sapa, tidak lagi saling datang saat ada musibah, atau saling menjauh di kampung sendiri.
Siapa pun nanti yang terpilih, itulah pilihan masyarakat yang harus dihormati bersama. Yang kalah jangan merasa musuh, yang menang jangan merasa paling berkuasa. Karena pada akhirnya, jabatan hanyalah amanah sementara, sedangkan persaudaraan dan persatuan masyarakat jauh lebih berharga.
? Mari ciptakan Pilwana yang damai, sejuk, bermartabat, dan penuh rasa kekeluargaan demi masa depan nagari yang lebih baik.


Komentar via Facebook